RSS

Kota Penempatan dan Mutasi. Edisi: Jakarta.

02 Oct

Jakarta. Apa yang kalian pikirkan tentang kota ini? Bagaimana rasanya berkeluarga di kota idaman banyak orang ini? Mari sedikit saya ceritakan.

Ya, sedikit saja karena awal berkeluarga, saya “hanya” tinggal di Tangerang Selatan yang berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan. Biaya hidup di sini masih tergolong terjangkau, apalagi saya tinggal di Pondok Jurangmangu Indah (PJMI) yang berdekatan dengan kampus STAN.

Alhamdulillah, untuk urusan tempat tinggal, kami tinggal di sebuah kos tanpa ada orang lain selain ibu kos. Ibu kos yang baik hati, taat beribadah, suka berbagi, serta merelakan kami tinggal dan memakai semua perabotan rumahnya hanya dengan biaya lima ratus ribu rupiah tiap bulannya. Ibu kos yang hobi pergi sampai-sampai hampir tidak pernah tidur malam di rumahnya sendiri. Jadilah saya dan suami seperti memiliki rumah pribadi.

Yang mungkin merasakan kelelahan tinggal di daerah sini adalah suami. Bagaimana tidak? Berkantor di Jakarta Pusat mengharuskannya berangkat pagi-pagi buta dan kembali ke rumah ketika malam telah tiba. Pilihannya ada dua. Berkendara dengan motor dengan risiko badan pegal-pegal setiap hari atau memanfaatkan KRL yang mengharuskan bersesakan dengan lain penumpang. Bagaimana dengan saya yang belum bekerja? Saya sempat menjadi tentor di bimbingan belajar. Lumayan, bisa untuk menyicil belajar TKD 😀

Untuk mengisi akhir pekan, Jakarta memang cukup banyak tempat wisata (jasmani atau rohani) yang cocok jadi tujuan. Wisata jasmani, tentu banyak yang sudah tahu. Sebut saja Monas, TMII, Kota Tua, Dufan, jalan-jalan dengan bis wisata, dan lain-lain segala rupa. Apalagi jika malam tiba. Gemerlap cahaya di pusat kota mampu sedikit meredakan lelah. Untuk wisata rohani, banyak sekali kajian-kajian ilmu kegamaan yang tersebar di berbagai lokasi. Jika akhir pekan ingin banyak di rumah saja, biasanya saya dan suami hanya mengikuti agenda-agenda di lingkungan sekitar, misalnya yang diselenggarakan oleh mahasiswa STAN.

giakarta-by-night-1407486884(Jakarta di malam hari)

Hidup di Jakarta mungkin menyenangkan, mungkin juga melelahkan. Polusi dan kemacetan sudah menjadi kawan harian, tapi majelis ilmu mudah kita temukan. Menguras energi dan waktu untuk mencapai banyak tempat tujuan, tapi akan terbayar dengan banyak hal yang kita dapatkan.

Lima bulan berkeluarga di Jakarta, banyak cerita, banyak hikmah.
Selanjutnya? Semoga saya segera sampai ke Kupang dan dapat menceritakan.
🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 2, 2014 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: