RSS

Monthly Archives: January 2014

Pare, I gotta go now :’)

Belajar di kampung inggris adalah resolusi saya di tahun 2013 yang baru terlaksana pada tahun 2014 ini. Alhamdulillah. Sekitar 3 tahun lamanya saya tidak pernah praktik speaking English lagi. Hal ini membuat saya tidak bisa melakukannya bahkan untuk percakapan sederhana sekalipun. Maka, saya memutuskan untuk mengambil program speaking di The Daffodils dan tinggal di Cherry Camp yang merupakan 80% english area.
Pertama kali datang ke camp, saya merasa kebingungan. Kunci sebuah hubungan adalah komunikasi, right? Masalahnya, saya belum bisa bercakap-cakap dengan bahasa Inggris. Maka, saya hanya bisa mendengarkan teman-teman memperbincangkan banyak hal, sedangkan saya tidak mampu bercerita seperti mereka. Kondisi ini, ditambah lagi belum dimulainya kelas di The Daffodils, membuat saya tidak betah. Rasanya ingin pulang saja. Ternyata, beberapa teman juga merasakan hal yang sama. Bahkan ada 2 orang teman yang memutuskan untuk hengkang dari camp, entah pergi dari Pare juga atau tidak.
Seiring berjalannya waktu, saya bahagia disini. Apalagi di kelas Mr. Pepsi di The Daffodils. I do love Mr. Pepsi’s class, i do love my classmates, i do love my friends in Cherry. I do love them. Saya mulai bisa menumbuhkan ingatan tentang vocabulary, structure, dll yang dulu telah saya pelajari di sekolah. Saya mulai percaya diri ketika diminta untuk bercerita tentang apapun oleh siapapun. Yang membahagiakan, minggu ini saya naik kelas dari Medium ke Advance level setelah mengikuti weekly test di Cherry.
Keceriaan itu berlangsung hingga sabtu, tanggal 18 januari kemarin. Allah menganugerahkan sakit untuk saya. Selama beberapa hari saya hanya beristirahat di kamar dan tidak mempraktikkan bahasa Inggris lagi. Mengetahui kondisi saya, orang tua meminta saya untuk pulang. Ketika saya mencoba mempertahankan argumen untuk tetap tinggal disini, orang tua tetap pada pendirian mereka. I don’t know, will I come back there after going home? I’m so sad. I don’t have time to come back there anymore. I think It’s my first and my last opportunity. But, my friends said to me, “No problem, dear. Your health is the most important thing.”, “Belajar tidak harus disini, Sist. Jika kamu tidak boleh kembali kesini setelah sembuh atau tidak punya waktu untuk kembali ke sini lagi, maybe sometimes you can study abroad with your husband? There are many ways to study.”, “Dian, God has the best plan for you.”
Bertahan di awal ketika masih beradaptasi dan ternyata harus pergi ketika mulai mencintai itu rasanya… Tapi apa gunanya memaksakan diri ketika orang tua tidak ridho, bukan? Ya, Allah akan memberikan yang terbaik. Jika Pare adalah tempat terbaik untuk saya belajar bahasa inggris, saya akan kembali kesini nanti setelah sembuh. Jika tidak, saya akan belajar di tempat lain, dengan teman lain, dengan kebahagiaan lain. Ah, terlalu banyak yang ingin saya kisahkan. Mungkin nanti, suatu saat nanti akan saya ceritakan.
Note for my friends in Pare : Thanks for your kindness. I love u and I’ll miss you. Hope I can meet you again…later 🙂

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on January 20, 2014 in Uncategorized