RSS

Monthly Archives: April 2013

Dia… calonku.

“Jadi kalau sudah dikhitbah itu gimana sih, ukhti?”

“Eh?”

“Ya pengen tau aja. Kami kan gak ngerti.”

“Ngg… Kalau sudah dikhitbah, antara pihak perempuan dan pihak laki-laki berarti sudah sepakat mau menikah. Tapi keduanya tetep gak boleh berinteraksi gak penting kayak pacaran. Komunikasi seperlunya aja untuk keperluan persiapan menikah.”

“Oh..”

“Kalau sampai ada yang merasa setelah khitbah itu mereka bisa bebas kayak orang pacaran, berarti ya salah.”

…..

Percakapan tersebut terjadi di suatu siang. Saya paham benar mengapa mereka menanyakan hal tersebut. Ya, mereka mengetahui bahwa ada seseorang yang mereka anggap cukup bagus dalam pemahaman agama, (bahkan saya mengetahuinya sebagai seorang aktivis dakwah) namun berkomunikasi pada calon istrinya layaknya orang pacaran. Saling umbar panggilan sayang, kata-kata manis, dan semacamnya. Tambahan yang mungkin jadi sedikit pembeda dengan lainnya, yaitu saling memberi tausyiah.

Hei, bukankah dia paham agama? Berarti melakukan hal-hal seperti itu tidak apa-apa ya?

Itulah pemakluman yang akan muncul dari orang-orang sekitar. Seseorang yang terlihat bagus dalam beragama, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, akan menjadi cermin atau minimal sorotan yang lebih dibanding yang lain. Mereka telah membawa nama Islam dalam setiap aktivitasnya. Mereka bisa menjadi teladan yang baik, bisa juga menjadi contoh yang buruk tanpa mereka sadari.

Kembali ke masalah khitbah tadi. Saya sendiri tidak tahu apa hubungan antara ikhwan teman saya tadi dengan akhwat yang ia sebut-sebut sebagai calon istrinya. Entah memang sudah dikhitbah, atau hanya janji biasa untuk saling menunggu beberapa tahun lagi. Apapun itu, selagi belum ada akad nikah yang merupakan ikatan yang kuat (mitsaqon gholidoh), tak layak antara dua pihak untuk merasa saling memiliki sehingga bisa berinteraksi sebebas-bebasnya.

Seorang ustadz pernah berkata : pinangan adalah tanda kesepakatan untuk menikah. Tidak ada tanggung jawab apa-apa dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Seorang wanita yang sudah dipinang, maka ia tidak boleh dipinang oleh laki-laki lain. Kecuali bila laki-laki yang meminang pertama membatalkan pinangannya. Karena pinangan adalah kesepakatan, maka bila ada salah satu pihak ingin menggagalkan kesepakatan tersebut boleh, tapi harus diberitahukan kepada pihak lain. Seorang lelaki yang sudah meminang seorang wanita tidak ada kewajiban apa-apa terhadap wanita tersebut, seperti nafkah dll. Dia hanya menjaga janji untuk menikahi tersebut. Laki-laki dan perempuan yang dalam status dalam pinangan, maka ia masih orang asing. Hukumnya masih haram seperti laki-laki dan perempuan asing.

Jadi sudah jelas, selagi orang lain itu masih berstatus sebagai calon pasangan, berarti mereka masih menjadi orang asing. Mau apapun yang dijadikan alasan bagi mereka untuk bisa berduaan, seperti mengajari sholat yang benar, membaca Qur’an dengan tajwid yang benar, menyampaikan materi-materi tentang Islam, tetap saja tidak boleh. Mengapa harus dia yang mengajari secara intens? Mengapa berduaan? Di dunia ini, orang yang paham agama dan peduli untuk mengajari masih sangat banyak. Cara untuk mengajari dengan baik (bila nonmahrom) pun masih sangat banyak.

Mungkin ini salah kita juga, khususnya saya, yang tidak peka dengan lingkungan sekitar. Sibuk menjadi pribadi yang shalih, namun lupa untuk menshalihkan (muslih). Saatnya bagi kita untuk bersama-sama mengintrospeksi diri.

….

Jika anda yang membaca tulisan ini adalah orang yang merasa berada di posisi yang sama dengan teman saya yang bertanya di awal tadi, maka ketahuilah, menuju jenjang pernikahan bukan begitu caranya. Banyak orang yang sudah paham agama, namun susah untuk mengaplikasikannya

Jika anda yang membaca tulisan ini adalah orang yang merasa berada di posisi yang sama dengan teman saya yang sudah memiliki calon pasangan, apalagi dianggap “alim”, maka ingatlah, anda tengah membawa bendera Islam. Mungkin dianggap sebagai aktivis dakwah, menjadi contoh bagi orang-orang sekitar. Jadi, tinggalkan apa yang keliru. Laksanakan yang sesuai syari’at. Jemputlah jodohmu dengan cara yang benar hingga cinta itu berbuah surga.

 

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on April 20, 2013 in Uncategorized

 
Video

Muhammad Aswandi – QS. Ibrahim 35-42

http://search.4shared.com/postDownload/Uvt0Z24M/S014_-_Ibrahim_35-42.html

Pertama denger ini langsung suka.
Silakan download, coba denger.

Ayat 36 dan 39.. dalem banget.

….

Inna robbi lasamii’uddu’aaa’

 
Leave a comment

Posted by on April 16, 2013 in Uncategorized

 

Wirausaha Syariah.. Ini Tentang Kemauan!

Bisnis Syariah? Apa bedanya dengan konvensional?

Bisa dilihat dari:

  1. Asasnya : Bukan sekadar tentang uang. Tapi bagaimana kita mengambil dunia demi mengejar akhirat.
  2. Caranya : Perlu memperhatikan hal-hal yang dilarang agama. Misalnya larangan menimbun barang yang dapat merugikan masyarakat.

Bisnis bukan hanya tentang LABA atau RUGI. Melainkan sebuah kendaraan yang mengantarkan ke KEMULIAAN atau KEHINAAN…. SURGA atau NERAKA..

 

Kalau berbisnis nonsyariah emangnya kenapa?

Dampaknya bisa terjadi pada:

  1. Individu : Harta kita tidak halal. Kalau sudah begitu, sedekah kita pun juga tidak diterima. Ingat, ketika harta kita dihisab kelak, akan ditanyakan 2 hal. Dari mana dapatnya, serta kita belanjakan untuk apa saja.
  2. Masyarakat : Karena yang penting dapat banyak untung, bisa terjadi sikut sana-sini yang bisa merugikan orang lain.

 

Pengen sih bisnis…tapi nggak punya modal. Gimana tuh?

  • Modal bukan hanya uang, melainkan juga integritas, mental kuat, dan pantang menyerah. Dan, yang paling penting adalah KEMAUAN. Nanti banyak jalannya. Contoh, menjalankan bisnis melalui toko online, jadi mediator penjual, reseller, dll. Kalaupun harus butuh uang, bukan berarti harus dari kita pribadi. Bisa dengan modal orang lain dengan sistem bagi hasil, misalnya. Yang penting bangun kepercayaan (trust) dengan orang tersebut.
  • Kalau ada orang yang tidak memulai bisnisnya dengan alasan tidak punya modal, itu berarti dia tidak mau berproses. Keinginan bisnisnya tidak 100%! Padahal semua itu butuh proses. Bisnis itu mulai dari yang kecil.  Dengan begitu, bisnis kita akan kuat.

 

Biasanya kan bisnis tuh berisiko rugi. Jadi takut nih 😦:

  • Coba buka QS. Al-Fajr 15-22. Disitu ada kunci agar kita tidak rugi.
  1. Muliakan anak yatim
  2. Saling mengajak memberi makan orang miskin
  3. Tidak memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan (halal dan haram)
  4. Tidak mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.

Lalu, terapkan juga 4 sifat Rasul : Tabligh, amanah, sidiq, fathonah

  • Bisnis itu ibarat naik sepeda. Ketika kita belajar mengendarainya, akan terjatuh beberapa kali. Kalau jatuh? Bangun lagi! Kalau tidak mau bangun lagi, kapan kita bisa mahir?
  • Ingat, gagal adalah proses. Rugi adalah proses menuju sukses. Sebenarnya tidak ada kata “rugi”. Yang ada hanyalah “sukses yang tertunda”.
  • Bisa jadi kerugian itu adalah cara Allah untuk mengevaluasi diri kita agar memperbaiki bisnis yang kita jalani.
  • Jangan terpaku pada pikiran ‘bagaimana kalau besok rugi?’. Yang penting adalah melakukan yang terbaik di hari ini.
  • Sebagai orang Islam, dalam berbisnis tidak mengenal kata “duka”. Percayalah, jika setiap perintah Allah kita laksanakan, kita tidak akan pernah rugi.

 

Gimana kalau kompetitor kita dalam berbisnis banyak? Duh..

Dalam Islam tidak ada “kompetitor”. Itu bahasa orang Yahudi. Anggap orang lain itu sebagai “mitra bisnis” biar maju bersama, bukan sebagai musuh. Kita perlu menjaga kebersihan hati dalam berbisnis.

 

Faktor apa aja yang perlu kita perhatiin waktu berbisnis?

  1. Faktor tambah : cari nilai tambah yang bisa diunggulkan dalam bisnis kita.
  2. Faktor kali : bagaimana informasi tentang bisnis kita bisa menyebar luas.
  3. Faktor kurang : kurangi hal-hal yang tidak perlu.
  4. Faktor bagi : bagaimana kita berbagi dan memberdayakan lingkungan

 

Kalo udah berbisnis kan biasanya semangatnya suka naik-turun tuh. Kadang semangat banget.. kadang males banget. Jadi kita mesti gimana?

Jika semangat untuk berbisnis naik-turun, jadikan “Bisnis itu termasuk ibadah” sebagai kalimat motivasi. Lantas, carilah lingkungan atau teman-teman sevisi. Tujuannya bukan hanya profit, melainkan ridho Allah.

 

Oke deh, ane mau nyoba bisnis. Ada nasihat tambahan?

Beberapa catatan yang perlu diperhatikan.

  1. Jangan mulai berbisnis ketika konsep sudah selesai. Perbaiki saja konsep itu sambil menjalankan bisnis kita. Yang penting adalah KEMAUAN, lalu LAKSANAKAN SEKARANG.
  2. Fokuslah dalam berbisnis. Jalani satu bidang dulu sampai kuat.
  3. Tidak ada orang yang bisa membuat kita sukses kecuali diri kita sendiri.
  4. Agar lebih semangat, ingatlah bahwa 9 dari 10 pintu rizki adalah dari berbisnis. Juga, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Memberi gaji lebih baik daripada menerima gaji.

 

Semoga bermanfaat.

 

Disampaikan oleh:

-Ir. Purnomo A. Tsaqif — Praktisi Bisnis Syariah, Direktur Indonesia Inspiring Movement

– Indra Prima — Pengusaha, Motivator, owner termuda Primagama.

– H. Nuzli Arismal — Pengusaha, Inspirator Organisasi TDA (Tangan Di Atas)

– Mas Tono – Pengusaha

 

Dalam acara RISALAH- IEF: Talkshow Wirausaha Syariah

Ahad, 14 April 2013

 
(NB : Hamry Gusman Zakaria — Motivator, Trainer, Penulis Buku “7 Mukjizat Finansial” –> mengisi sesi training motivasi yang belum saya tuliskan materinya disini)Gambar

 

 

 

 

 

 

 
7 Comments

Posted by on April 14, 2013 in Uncategorized

 
Link

www.dianizzulhaq.blogspot.com

Blog lama saya. Boleh juga dibaca2.

 
4 Comments

Posted by on April 14, 2013 in Uncategorized

 
Link

http://www.majelisrasulullah.org

Web gudangnya ilmu. Silakan dikunjungi 🙂

 
Leave a comment

Posted by on April 14, 2013 in Uncategorized